Dengan Dibangunkan
Prasarana Jalan Menuju Lahan Pertanian, Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Segomeng
Mulai Bergeliat Kembali
Oleh : Fasilitator Teknik Kecamatan Rangsang Barat (Dezi Aldren)
Masa Lalu Lahan Pertanian Masyarakat Segomeng,
Dusun Jeremu
merupakan salah satu dusun yang bernaung dalam pemerintahan Desa Segomeng yang
merupakan bagian desa dari kecamatan Rangsang Barat, kabupaten Kepulauan
Meranti, provinsi Riau. Sumber pendapatan dusun Jeremu mayoritas berasal dari
hasil pertanian padi dan kelapa sebagian lagi hasil tangkap nelayan. Desa
Segomeng pernah menjadi ibukota kecamatan perwakilan Rangsang Barat sebelum
dibentuknya ibukota kecamatan Rangsang Barat yang saat ini ditetapkan Bantar
pada saat bernaung dalam kabupaten Bengkalis. Dusun Jeremu yang salah satu
dusun yang dahulu cukup ramai masyarakatnya dimana jalan Pertanian walaupun
masih jalan tanah merupakan akses langsung antar desa sehingga lalu lintas
cukup padat pada dusun Jeremu. Dusun Jeremu yang saat ini dipimpin Bapak Anwar.
Dahulu penduduk pada dusun Jeremu bermayoritas suku Jawa
dan suku Bugis. Penduduk hidup dari hasil pertanian dan nelayan yang cukup
banyak, dimana tanah dusun Jeremu sangat cocok untuk pertanian padi dan kelapa.
Tetapi perlahan-lahan laju pertumbuhan ekonomi dusun Jeremu mulai turun akibat
naiknya air laut akibat air pasang yang tidak terbendung yang makin lama makin
tinggi mencapai daratan dusun Jeremu, sehingga lahan pertanian yang ada tidak
bisa lagi ditanam padi dan tanaman kelapa sudah tidak bisa berbuah lagi dan
mati. Sungguh menyedihkan juga mendengar cerita Kepala Dusun Anwar yang
menceritakan kehidupan masa lalu yang saat ini penghidupan masyarakat dusun
Jeremu sudah tertingga dibandingkan dengan dusun Karyamukti dan dusun
Purwosari, apalagi dibandingkan dengan dusun di desa lain di kecamatan Rangsang
Barat ini. Diceritakan kembali oleh Kadus tersebut, dikarenakan tanaman kelapa
sudah banyak yang mati dan ada yang tidak pernah berbuah lagi, banyak
masyarakat pindah meninggalkan dusun Jeremu karena masyarakat tidak bisa lagi
mendapatkan hasil tanamnya, yang sehingga suku Bugis yang ada didusun tersebut
semua pindah meninggalkan dusun tersebut. Dan tapak rumahnya pun saat ini sudah
hilang karena tingginya semak-semak yang ada ditengah perkebunan kelapa yang
sudah tidak berbuah lagi. Bahkan jalan yang dahulu ramai dilalui, sebelum
dibangunkan jalannya, jalan tersebut sudah menjadi semak yang tinggi dan
merupakan jalan setapak. Sehingga Kepala Dusun menginginkan harus ada perubahan
untuk kedepan agar masyarakat dusun Jeremu dapat bergeliat kembali dalam
perekonomian yang masa lalu yang hilang, asalkan keinginan masyarakat dapat
diatasi permasalahan, dimana Kepala Dusun menginginkan pada PNPM Mandiri
Perdesaan dapat mendengarkan keluhan masyarakat terhadap pentingnya dibangunkan
kembali jalan yang dahulu ramai dan pembuatan pintu klip agar agar air laut
saat air pasangnya tidak lagi membanjiri hampir seluruh tanah dusun Jeremu
hilang dinaungi oleh air laut yang asin.
Sikap Memohon Kepala Dusun Jeremu Anwar Dalam Musyawarah,
Pada tanggal 17
November 2011 merupakan musyawarah yang sangat mengesankan bagi saya dimana
musyawarah di desa Segomeng dilaksanakan 2 (dua) sesi, yaitu sesi pagi dan sesi
siang. Saya sebagai Fasilitator Teknik Kecamatan Rangsang Barat yang bertugas
tanpa ada rekan sejawat karena terjadi kekosongan Fasilitator Kecamatan yang
cukup lama juga dari bulan Maret 2011. Saya mengawali musyawarah pada hari itu
pada sesi Musyawarah Desa Khusus Perempuan (MDKP) dimana sudah dijelaskan
tentang berbagai tentang jenis-jenis kegiatan yang boleh diusulkan dalam PNPM
Mandiri Perdesaan, saat penentuan usulan yang berasal dari kaum perempuan
terjadi perdebatan antara kaum ibu-ibu dalam menentuka usulan yang sangat
prioritas antara usulan jalan pertanian dengan usulan pembangunan gedung TK.
Dengan sikap demokratis yang terjadi dari kaum ibu-ibu itu disepakati usulan
yang akan dibawa ke Musyarawah Desa Perencanaan (MDP) yaitu usulan jalan
pertanian dan usulan kelompok SPP. Melati.
Pada sesi siang
dilaksanakan Musyawarah Desa Perencanaan (MDP) yang dihadiri masyarakat desa
Segomeng cukup banyak dan jalannya musyawarah cukup aktif dimana terjadi silang
pendapat secara terbuka dan demokratis antar masyarakat yang hadir. Dalam
pencapaian usulan yang diprioritaskan desa Segomeng, saya cukup tersentuh juga
rasa hatiku dan lucu juga, dikala Kepala Dusun dalam penyampaian argumen
usulannya dimana beliau mengusulkan pembangunan pintu klip dan jalan pertanian,
dimana sudah bertahun-tahun diusulkan pada musrenbangdes tetapi tidak pernah
dibangunkan. Dalam penyampaian usulannya kata “Mohon” terlalu banyak disebut
sampai tidak terhitung lagi berapa kali kata mohon telah diucapkan oleh Kepala
Dusun Anwar tersebut, dan yang membuat lucunya adalah saya sudah menjelaskan
dalam Musyawarah Desa Perencanaan ini hanya menyepakati 1 (satu) usulan saja
yang akan diprioritaskan pada tingkat kecamatan, tetapi dari Kepala Dusun ini
menginginkan 2 (dua) usulannya harus diprioritaskan karena tanpa 2 (dua)
usulannya masalah dari dusun Jeremu belum teratasi untuk meningkatkan
pertumbuhan ekonomi dusunnya. Tetapi setelah saya bacakan keputusan dari pihak
kaum perempuan hasil dari Musyawarah Desa Khusus Perempuan, bahwasanya usulan
yang diminta beliau juga prioritas usulan dari kaum perempuan. Dengan tersipu
malu dan senyumnya, Kepala Dusun Jeremu itu duduk dengan diam seribu bahasa.
Dalam Tahapan Pelaksanaan,
Pada pelaksanaan
Musyawarah Antar Desa (MAD) Prioritas Usulan pada tanggal 20 Ferbruari 2012,
desa Segomeng mendapat prioritas urutan ke-6 dengan usulan pembangunan Rabat
Beton Jl. Pertanian, dengan data-data sebagai berikut :
Nama Kegiatan : Pembangunan Rabat Beton Jl. Pertanian
Status Kegiatan : Jalan Baru
Lokasi Kegiatan : Dusun Jeremu, penghubung dusun Jeremu
dan dusun Karyamukti
Asal Desa : Desa Segomeng
Volume Kegiatan : 1.002 m x 2,0 m x 0,10 m
Asal Usulan : Usulan Perempuan
Jumlah Pemanfaat : 147 orang (RTM. 60 orang)
Pada tahap
Pelelangan kegiatan jalan penghubung dusun ini, masyarakat sangat antusias dan
ikut andil dalam pemeriksaan dan penentuan pemenang lelang yang dilaksanakan
pada tanggal 27 April 2012 di kantor Desa Segomeng, dan proses pelelangan
berjalan dengan lancar dimana pemenang dalam pengadaan material dimenangkan
oleh Bpk. Suhaimi.
Waktupun terus
berlalu dimana masyarakat desa Segomeng masih menunggu, kapan akan dilaksanakan
kegiatan yang merupakan usahanya dalam pencapaian pemenang dalam prioritas
usulan tingkat kecamatan dengan susah payah. Bulan demi bulan pun sudah berlalu
tetapi angan-angan masyarakat akan menjadikan kembali bekas lahan pertanian
yang subur dahulu akan dibuka kembali belum juga terealisasi dengan segera. Hal
ini disebabkan dana pembangunan belum dapat disalurkan kepada Tim Pengelola
Kegiatan (TPK) Desa Segomeng karena dana dari pemerintah belum ada direkening
Unit Pengelola Kegiatan (UPK) kecamatan Rangsang Barat.


Akhirnya pada tanggal 23 November 2012, dilaksanakan
Trial Pekerjaan untuk pembangunan Rabat Beton Jl. Pertanian dapat direalisasi kan dilapangan, sehingga dari hasil trial tersebut kegiatan dapat dilaksanakan sesuai hasil trial pekerjaan
kedepannya agar mutu jalannya akan lebih baik dan tahan lama, dimana jalan ini
merupakan urat nadi masyarakat Dusun Jeremu dalam meningkatkan pertumbuhan
perekonomian kedepan, umumnya untuk desa Segomeng kecamatan Rangsang Barat.

Kegiatan tersebut sangat cepat pencapaian progresnya
dimana hal ini didukung oleh Suplier yang kuat dan bertanggung-jawab terhadap
kebutuhan material dilapangan, bahkan progres fisik selalu lebih tinggi
dibandingkan progres dana yang tersalurkan ke desa. Hal ini juga mengakibatkan
TPK Desa Segomeng kewalahan juga mempersiapkan segala administrasi sebagai syarat
penyaluran berikutnya. Dan sayapun ikut membantu fasilitasi administrasi TPK
agar kendala dan permasalahan dapat diminimalisir dilapangan, dimana mungkin
saja akan terjadi keterlambatan pengadaan material akibat hutang Suplier
sebelumnya belum dibayarkan ataupun pekerja yang mogok akibat belum dibayarkan
upahnya, walaupun saya memfasilitasi diatas rerumputan pun bukan lah kendala
bagi saya, dimana Laptop-ku yang merupakan aset kerjsaya harus menyentuh tanah
dusun Jeremu, Desa Segomeng. Hal ini terobati manakala Tim Pengelola Kegiatan,
baik Ketua Bpk. M. Fatoni, Bendahara Mbak Masfura, ataupun Sekretaris Buk
Rusminah bekerja dengan hati dan sungguh-sungguh dilapangan serta tidak lupa
juga KPMD mbak Rifayani yang selalu membantu apabila semampunya dalam
administrasi TPK. Pada desa Segomeng ini merupakan desa yang mempunyai pelsaya
perempuan yang mau membangun desanya, bahkan dibawah terik mataharipun
perempuan-perempuan tangguh ini tetap memeriksa dan membukukan material yang
datang dilokasi.
Perekonomian Masyarakat Mulai Bergeliat Dibuktikan Lahan
Pertanian Sekitar Lokasi Jalan PNPM Mandiri Perdesaan Sudah Dibuka Kembali,
Enam bulan
berlalu, dimana saya tidak lagi melewati jalan pertanian ini, terakhir kalinya
saat pelaksanaan pengukuran akhir kegiatan (Sertifikasi 100%) yang didampingi
dengan perempuan-perempuan tangguh dari desa Segomeng.
Mataharipun sangat terik menerangi dengan terang benderang yang selalu
mengikuti sepanjang jalanku, dimana hari ini saya akan mensupervisi kegiatan
pintu klip yang merupakan usulan Kepala Dusun Jeremu yang tertunda 1 (satu)
tahun terakhir ini, karena suara beliau kalah dalam penentuan usulan prioritas
desa dalam MDP. Karena terlalu sayangnya matahari selalu menerangi bumi ini
dengan teriknya, dengan agak tergesa-gesa saya mengendarai sepeda motor yang juga aset pentingku dalam pendukung
kerja, menelusuri kembali jalan pertanian ini. Maklum selama ini saya
memutar melewati Kantor Desa Segomeng untuk menuju
pembangunan pintu klip.
Dan sayapun
berhenti sejenak dan merasa terharu ketika melihat pemandangan orang yang lagi bekerja menanam benih padi ladang. Woww pemandangan ini sangat sayang
dilewatkan, dan saya ambil kamera untuk mengabadikannya sambil bulu
kundukku merinding dan ketawa sendiri (kayak orang gak waras aja....) akan
kejadian ini, begitu bermanfaatnya jalan pertanian ini bagi masyarakat Dusun
Jeremu sehingga petani padi pun mulai bergeliat kembali untuk mencari nafkah
agar kehidupannya tetap berjalan demi mencukupi kebutuhan keluarganya. Dan PNPM
Mandiri Perdesaan lah yang sangat-sangat berjasa dalam mensejahterakan
masyarakat terpinggirkan yang belum tersentuh oleh program-program lain. Saya
pun berbangga hati dapat membantu kawan-kawan pelaku desa demi terwujudnya
pemadangan yang dapat membuat saya merinding sambil ketawa kecil seperti orang
tak waras.
Mudah-mudahan
apa yang diceritakan dan yang diidamkan oleh Kepala Dusun benar-benar terwujud
demi Dusun Jeremu lebih makmur kembali seperti dahulu lagi, tinggal hanya
menunggu satu kendala dan permasalahan yang saat ini masih dibangun, yaitu
pembangunan pintu klip agar air laut yang asin tidak lagi menganggu lahan
pertanian yang ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar