Rabu, 18 September 2013

Kecamatan Rangsang Barat 01

Dengan Dibangunkan Prasarana Jalan Menuju Lahan Pertanian, Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Segomeng Mulai Bergeliat Kembali
Oleh : Fasilitator Teknik Kecamatan Rangsang Barat (Dezi Aldren)

Masa Lalu Lahan Pertanian Masyarakat Segomeng,
Dusun Jeremu merupakan salah satu dusun yang bernaung dalam pemerintahan Desa Segomeng yang merupakan bagian desa dari kecamatan Rangsang Barat, kabupaten Kepulauan Meranti, provinsi Riau. Sumber pendapatan dusun Jeremu mayoritas berasal dari hasil pertanian padi dan kelapa sebagian lagi hasil tangkap nelayan. Desa Segomeng pernah menjadi ibukota kecamatan perwakilan Rangsang Barat sebelum dibentuknya ibukota kecamatan Rangsang Barat yang saat ini ditetapkan Bantar pada saat bernaung dalam kabupaten Bengkalis. Dusun Jeremu yang salah satu dusun yang dahulu cukup ramai masyarakatnya dimana jalan Pertanian walaupun masih jalan tanah merupakan akses langsung antar desa sehingga lalu lintas cukup padat pada dusun Jeremu. Dusun Jeremu yang saat ini dipimpin Bapak Anwar. 



Dahulu penduduk pada dusun Jeremu bermayoritas suku Jawa dan suku Bugis. Penduduk hidup dari hasil pertanian dan nelayan yang cukup banyak, dimana tanah dusun Jeremu sangat cocok untuk pertanian padi dan kelapa. Tetapi perlahan-lahan laju pertumbuhan ekonomi dusun Jeremu mulai turun akibat naiknya air laut akibat air pasang yang tidak terbendung yang makin lama makin tinggi mencapai daratan dusun Jeremu, sehingga lahan pertanian yang ada tidak bisa lagi ditanam padi dan tanaman kelapa sudah tidak bisa berbuah lagi dan mati. Sungguh menyedihkan juga mendengar cerita Kepala Dusun Anwar yang menceritakan kehidupan masa lalu yang saat ini penghidupan masyarakat dusun Jeremu sudah tertingga dibandingkan dengan dusun Karyamukti dan dusun Purwosari, apalagi dibandingkan dengan dusun di desa lain di kecamatan Rangsang Barat ini. Diceritakan kembali oleh Kadus tersebut, dikarenakan tanaman kelapa sudah banyak yang mati dan ada yang tidak pernah berbuah lagi, banyak masyarakat pindah meninggalkan dusun Jeremu karena masyarakat tidak bisa lagi mendapatkan hasil tanamnya, yang sehingga suku Bugis yang ada didusun tersebut semua pindah meninggalkan dusun tersebut. Dan tapak rumahnya pun saat ini sudah hilang karena tingginya semak-semak yang ada ditengah perkebunan kelapa yang sudah tidak berbuah lagi. Bahkan jalan yang dahulu ramai dilalui, sebelum dibangunkan jalannya, jalan tersebut sudah menjadi semak yang tinggi dan merupakan jalan setapak. Sehingga Kepala Dusun menginginkan harus ada perubahan untuk kedepan agar masyarakat dusun Jeremu dapat bergeliat kembali dalam perekonomian yang masa lalu yang hilang, asalkan keinginan masyarakat dapat diatasi permasalahan, dimana Kepala Dusun menginginkan pada PNPM Mandiri Perdesaan dapat mendengarkan keluhan masyarakat terhadap pentingnya dibangunkan kembali jalan yang dahulu ramai dan pembuatan pintu klip agar agar air laut saat air pasangnya tidak lagi membanjiri hampir seluruh tanah dusun Jeremu hilang dinaungi oleh air laut yang asin.

Sikap Memohon Kepala Dusun Jeremu Anwar Dalam Musyawarah,
Pada tanggal 17 November 2011 merupakan musyawarah yang sangat mengesankan bagi saya dimana musyawarah di desa Segomeng dilaksanakan 2 (dua) sesi, yaitu sesi pagi dan sesi siang. Saya sebagai Fasilitator Teknik Kecamatan Rangsang Barat yang bertugas tanpa ada rekan sejawat karena terjadi kekosongan Fasilitator Kecamatan yang cukup lama juga dari bulan Maret 2011. Saya mengawali musyawarah pada hari itu pada sesi Musyawarah Desa Khusus Perempuan (MDKP) dimana sudah dijelaskan tentang berbagai tentang jenis-jenis kegiatan yang boleh diusulkan dalam PNPM Mandiri Perdesaan, saat penentuan usulan yang berasal dari kaum perempuan terjadi perdebatan antara kaum ibu-ibu dalam menentuka usulan yang sangat prioritas antara usulan jalan pertanian dengan usulan pembangunan gedung TK. Dengan sikap demokratis yang terjadi dari kaum ibu-ibu itu disepakati usulan yang akan dibawa ke Musyarawah Desa Perencanaan (MDP) yaitu usulan jalan pertanian dan usulan kelompok SPP. Melati.
Pada sesi siang dilaksanakan Musyawarah Desa Perencanaan (MDP) yang dihadiri masyarakat desa Segomeng cukup banyak dan jalannya musyawarah cukup aktif dimana terjadi silang pendapat secara terbuka dan demokratis antar masyarakat yang hadir. Dalam pencapaian usulan yang diprioritaskan desa Segomeng, saya cukup tersentuh juga rasa hatiku dan lucu juga, dikala Kepala Dusun dalam penyampaian argumen usulannya dimana beliau mengusulkan pembangunan pintu klip dan jalan pertanian, dimana sudah bertahun-tahun diusulkan pada musrenbangdes tetapi tidak pernah dibangunkan. Dalam penyampaian usulannya kata “Mohon” terlalu banyak disebut sampai tidak terhitung lagi berapa kali kata mohon telah diucapkan oleh Kepala Dusun Anwar tersebut, dan yang membuat lucunya adalah saya sudah menjelaskan dalam Musyawarah Desa Perencanaan ini hanya menyepakati 1 (satu) usulan saja yang akan diprioritaskan pada tingkat kecamatan, tetapi dari Kepala Dusun ini menginginkan 2 (dua) usulannya harus diprioritaskan karena tanpa 2 (dua) usulannya masalah dari dusun Jeremu belum teratasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dusunnya. Tetapi setelah saya bacakan keputusan dari pihak kaum perempuan hasil dari Musyawarah Desa Khusus Perempuan, bahwasanya usulan yang diminta beliau juga prioritas usulan dari kaum perempuan. Dengan tersipu malu dan senyumnya, Kepala Dusun Jeremu itu duduk dengan diam seribu bahasa.

Dalam Tahapan Pelaksanaan,
Pada pelaksanaan Musyawarah Antar Desa (MAD) Prioritas Usulan pada tanggal 20 Ferbruari 2012, desa Segomeng mendapat prioritas urutan ke-6 dengan usulan pembangunan Rabat Beton Jl. Pertanian, dengan data-data sebagai berikut :
Nama Kegiatan         : Pembangunan Rabat Beton Jl. Pertanian
Status Kegiatan        : Jalan Baru
Lokasi Kegiatan        : Dusun Jeremu, penghubung dusun Jeremu dan dusun Karyamukti
Asal Desa                : Desa Segomeng
Volume Kegiatan      : 1.002 m x 2,0 m x 0,10 m
Asal Usulan              : Usulan Perempuan
Jumlah Pemanfaat    : 147 orang (RTM. 60 orang)

Pada tahap Pelelangan kegiatan jalan penghubung dusun ini, masyarakat sangat antusias dan ikut andil dalam pemeriksaan dan penentuan pemenang lelang yang dilaksanakan pada tanggal 27 April 2012 di kantor Desa Segomeng, dan proses pelelangan berjalan dengan lancar dimana pemenang dalam pengadaan material dimenangkan oleh Bpk. Suhaimi.
Waktupun terus berlalu dimana masyarakat desa Segomeng masih menunggu, kapan akan dilaksanakan kegiatan yang merupakan usahanya dalam pencapaian pemenang dalam prioritas usulan tingkat kecamatan dengan susah payah. Bulan demi bulan pun sudah berlalu tetapi angan-angan masyarakat akan menjadikan kembali bekas lahan pertanian yang subur dahulu akan dibuka kembali belum juga terealisasi dengan segera. Hal ini disebabkan dana pembangunan belum dapat disalurkan kepada Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Segomeng karena dana dari pemerintah belum ada direkening Unit Pengelola Kegiatan (UPK) kecamatan Rangsang Barat.  



 

Akhirnya pada tanggal 23 November 2012, dilaksanakan Trial Pekerjaan untuk pembangunan Rabat Beton Jl. Pertanian dapat direalisasi kan dilapangan, sehingga dari hasil trial tersebut kegiatan dapat dilaksanakan sesuai hasil trial pekerjaan kedepannya agar mutu jalannya akan lebih baik dan tahan lama, dimana jalan ini merupakan urat nadi masyarakat Dusun Jeremu dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian kedepan, umumnya untuk desa Segomeng kecamatan Rangsang Barat. 

 


Kegiatan tersebut sangat cepat pencapaian progresnya dimana hal ini didukung oleh Suplier yang kuat dan bertanggung-jawab terhadap kebutuhan material dilapangan, bahkan progres fisik selalu lebih tinggi dibandingkan progres dana yang tersalurkan ke desa. Hal ini juga mengakibatkan TPK Desa Segomeng kewalahan juga mempersiapkan segala administrasi sebagai syarat penyaluran berikutnya. Dan sayapun ikut membantu fasilitasi administrasi TPK agar kendala dan permasalahan dapat diminimalisir dilapangan, dimana mungkin saja akan terjadi keterlambatan pengadaan material akibat hutang Suplier sebelumnya belum dibayarkan ataupun pekerja yang mogok akibat belum dibayarkan upahnya, walaupun saya memfasilitasi diatas rerumputan pun bukan lah kendala bagi saya, dimana Laptop-ku yang merupakan aset kerjsaya harus menyentuh tanah dusun Jeremu, Desa Segomeng. Hal ini terobati manakala Tim Pengelola Kegiatan, baik Ketua Bpk. M. Fatoni, Bendahara Mbak Masfura, ataupun Sekretaris Buk Rusminah bekerja dengan hati dan sungguh-sungguh dilapangan serta tidak lupa juga KPMD mbak Rifayani yang selalu membantu apabila semampunya dalam administrasi TPK. Pada desa Segomeng ini merupakan desa yang mempunyai pelsaya perempuan yang mau membangun desanya, bahkan dibawah terik mataharipun perempuan-perempuan tangguh ini tetap memeriksa dan membukukan material yang datang dilokasi.

Perekonomian Masyarakat Mulai Bergeliat Dibuktikan Lahan Pertanian Sekitar Lokasi Jalan PNPM Mandiri Perdesaan Sudah Dibuka Kembali,
Enam bulan berlalu, dimana saya tidak lagi melewati jalan pertanian ini, terakhir kalinya saat pelaksanaan pengukuran akhir kegiatan (Sertifikasi 100%) yang didampingi dengan perempuan-perempuan tangguh dari desa Segomeng. 


Mataharipun sangat terik menerangi dengan terang benderang yang selalu mengikuti sepanjang jalanku, dimana hari ini saya akan mensupervisi kegiatan pintu klip yang merupakan usulan Kepala Dusun Jeremu yang tertunda 1 (satu) tahun terakhir ini, karena suara beliau kalah dalam penentuan usulan prioritas desa dalam MDP. Karena terlalu sayangnya matahari selalu menerangi bumi ini dengan teriknya, dengan agak tergesa-gesa saya mengendarai sepeda motor yang juga aset pentingku dalam pendukung kerja, menelusuri kembali jalan pertanian ini. Maklum selama ini saya memutar melewati Kantor Desa Segomeng untuk menuju pembangunan pintu klip.  
Dan sayapun berhenti sejenak dan merasa terharu ketika melihat pemandangan orang yang lagi bekerja menanam benih padi ladang. Woww pemandangan ini sangat sayang dilewatkan, dan saya ambil kamera untuk mengabadikannya sambil bulu kundukku merinding dan ketawa sendiri (kayak orang gak waras aja....) akan kejadian ini, begitu bermanfaatnya jalan pertanian ini bagi masyarakat Dusun Jeremu sehingga petani padi pun mulai bergeliat kembali untuk mencari nafkah agar kehidupannya tetap berjalan demi mencukupi kebutuhan keluarganya. Dan PNPM Mandiri Perdesaan lah yang sangat-sangat berjasa dalam mensejahterakan masyarakat terpinggirkan yang belum tersentuh oleh program-program lain. Saya pun berbangga hati dapat membantu kawan-kawan pelaku desa demi terwujudnya pemadangan yang dapat membuat saya merinding sambil ketawa kecil seperti orang tak waras.
Mudah-mudahan apa yang diceritakan dan yang diidamkan oleh Kepala Dusun benar-benar terwujud demi Dusun Jeremu lebih makmur kembali seperti dahulu lagi, tinggal hanya menunggu satu kendala dan permasalahan yang saat ini masih dibangun, yaitu pembangunan pintu klip agar air laut yang asin tidak lagi menganggu lahan pertanian yang ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar