Turap Beton Terselesaikan, Banjir Air Pasang-pun Pupus
Mendera Kami
Oleh : Fasilitator
Teknik Kecamatan Rangsang Barat (Dezi Aldren, ST)
Momok bagi masyarakat
desa Melai terhadap Banjir Air Pasang Laut, dan istilah “Melai Kota”-pun jadi
hilang.
|
Foto
: Derasnya Banjir Air Pasang Desa Melai
|
|
Foto
: Dampak Banjir Air Pasang
|
Desa Melai wilayahnya sebagian besar lahan pertanian yang sudah
kering-kerontang yang disebabkan tanaman yang ada selalu mati akibat banjir air
pasang yang tak elakkan lagi oleh masyarakat desa Melai, bahkan masyarakat
sudah pasrah terhadap bencana yang dialami setiap 15 hari sekali, dimana setiap
15 hari tersebut Banjir Air Pasang mulai melanda pemukiman dan lahan pertanian
masyarakat desa Melai.
Begitulah gambaran sebagian besar wilayah desa Melai, yang harus dilalui
berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun selalu menjadi momok yang
menakutkan bagi masyarakat, dikarenakan tidak ada juga sentuhan dari
pihak-pihak yang berkompeten terhadap masalah yang ada, bahkan sudah banyak
masyarakat desa Melai merantau ke luar desa bahkan keluar negara Indonesia demi
mendapatkan kehidupan yang layak bagi keluarganya, karena lahan dan wilayah
mereka tidak dapat menghasilkan apa-apa lagi. Bahkan dari cerita masyarakat
banyak, desa Melai dulunya sangat ramai dan lalu lintas warga ke dan dari
Malaysia pun bisa dari desa Melai, bahkan ada istilah sebutan “Melai Kota” bagi
desa-desa tetangga desa Melai-pun jadi hilang.
Solusi yang Ampuh-pun datang
untuk mengatasi Banjir Air Pasang Laut, Turap Beton PNPM Mandiri Perdesaan,
Untuk mengatasi ini pihak desa sudah mencoba mengusulak lewat Musrenbagkec
tiap tahun-nya tetapi tidak ada sedikitpun tersentuh dalam pembangunan untuk
antisipasi permasalahan, bahkan proposalpun sudah diajukan ke tingkat yang
lebih tinggi lagi pada Dinas PU Prov. Riau, toch juga tidak ada yang berminat
mengatasi permasalahan ini, hal ini seperti ucapan Kepala Desa Sa’at, S.Ag dan
ucapan yang samapun keluarkan dari perkataan Kepala Dusun Melati, Desa Melai,
Bpk. Sulaiman. Tetapi dengan adanya PNPM Mandiri Perdesaan yang semua usulan
yang layak dibangunkan pasti akan dibangunkan dengan syarat proses dan prosedur
dijalankan dengan baik dan benar serta kecukupan dana yang dialokasikan untuk
kecamatan Rangsang Barat.
Sesuai dengan hasil Musyawarah Antar Desa (MAD) Prioritas Usulan Desa PNPM
Mandiri Perdesaan tahun anggaran 2013, berita yang menggembirakan masyarakat desa
Melai, dikarenakan usulan Pembangunan Turap Beton-nya mendapat peringkat 2 (dua),
dan Kepala Dusun Melati yang ikut hadir walaupun bukan utusan Tim 6 Desa Melai
sangat gembira karenakan Turap Beton pasti akan dibangunkan oleh PNPM Mandiri
Perdesaan.
|
|
|
|
|
Foto
: Kondisi Turap Sebelum Dibangun (Saat Air
Pasang Laut Biasa)
|
Akhirnya usulan desa yang merupakan solusi yang ampuh untuk menghadang
Banjir Air Pasang-pun didanai dan mudah-mudahan Turap Beton dapat dirawat
dengan baik oleh masyarakat desa Melai agar keberlanjutan fungsi Turap Beton
dapat dimaksimalkan untuk anak cucu nya. Adapun data usulan desa Melai sebagai
berikut :
Lokasi Kegiatan : Dusun Melati
Asal Desa : Desa Melai
Volume Kegiatan : 150 m x 3,0 m x
0,12 m
Jumlah Dana : Rp.
349.974.600,-
Asal Usulan : Usulan Campuran
Walaupun dalam pelaksanaan pekerjaan Turap Beton dengan progres kegiatan
yang terseok-seok yang disebabkan derasnya banjir air pasang yang selalu
menganggu dalam pelaksanaan, dan setiap 12 jam terjadi banjir air pasang laut
sehingga dalam pelaksanaan harus ada strategi dalam menghindari banjir air
pasang, yaitu saat air pasang surut lah, masyarakat bisa mengerjakannya.
Walaupun air pasang surut terjadi pada malam hari, maka masyarakat bekerja
lembur dalam pengerjaannya. Demi terbangunkannya Turap Beton agar mengatasi
banjir air pasang tersebut, masyarakat tidak mengeluh untuk bekerja pada malam
hari, bahkan masyarakat menyediakan secara swadaya lampu penerangan untuk
pelaksanaannya.
Kontraktor yang tidak
Percaya terhadap Turap Beton PNPM Mandiri Perdesaan akan berhasil dikerjakan,
Hal ini seperti hasil penuturan TPK dan Kepala Dusun Melati saat dikunjungi
salah satu kontraktor lokal di kecamatan Rangsang Barat bersama staff dinas
yang berwenang terhadap infrastruktur dari provinsi dalam rangka survey
lapangan terhadap kegiatan mereka. Dalam penuturannya seperti yang disampaikan
oleh Kepala Dusun Melatai, “Seperti apa bentuk konstruksi dasarnya ini dan
berapa habiskan dana untuk pelaksanaannya???” Dijawab oleh TPK Desa Melai,
“Pak, ini ada gambar desainnya, dan seperti ini lah yang kami kerjakan, ada
pondasi tiang pancang beton yang ditanamkan kedalam tanah, karena kamipun baru
kali ini melihat konstruksi dibuatkan seperti ini dan kalau dananya bapak bisa
lihat diplakat prasasti itu, (dananya sebesar Rp. 349.974.600,-)”
Kemudian keluarlah gumaman dari kontraktor tersebut, “Kalau seperti ini
dikerjakan oleh PNPM, dikami tidak sanggup untuk melaksanakannya apalagi
dananya hanya 340 jutaan itu, bisa bangkrut kami, kami biasanya kalau kayak
gini akan menghabiskan dana 600 jutaan baru bisa dibangunkan seperti ini”.
Itulah sekelumit cerita dari TPK dan Kepala Dusun yang didatangi oleh salah
satu kontraktor dan staff dinas terkait.