Jumat, 15 Agustus 2014

FT. Rangsang Barat



Turap Beton Terselesaikan, Banjir Air Pasang-pun Pupus Mendera Kami
Oleh : Fasilitator Teknik Kecamatan Rangsang Barat (Dezi Aldren, ST)

Momok bagi masyarakat desa Melai terhadap Banjir Air Pasang Laut, dan istilah “Melai Kota”-pun jadi hilang.

Foto : Derasnya Banjir Air Pasang Desa Melai


Foto : Dampak Banjir Air Pasang
Desa Melai diwilayah kecamatan Rangsang Barat yang dipimpin oleh Bpk. Sa’at, S.Ag merupakan desa yang berbatasan langsung dengan selat Malaka, dan desa Melai juga dibelah oleh sungai-sungai yang langsung berhilirkan ke laut lepas, yaitu sungai Melai dan sungai Senteng. Hal ini menyebabkan sebagian besar wilayah desa Melai selalu terendam saat Banjir ROB (Banjir Air Pasang), bahkan banjir air pasang tahunan-pun yang terparah tak terelakkan lagi, dimana dipermukaan jalan terendam sedalam lutu dewasa, sehingga perekomonian masyarakat desa Melai terganggu.
Desa Melai wilayahnya sebagian besar lahan pertanian yang sudah kering-kerontang yang disebabkan tanaman yang ada selalu mati akibat banjir air pasang yang tak elakkan lagi oleh masyarakat desa Melai, bahkan masyarakat sudah pasrah terhadap bencana yang dialami setiap 15 hari sekali, dimana setiap 15 hari tersebut Banjir Air Pasang mulai melanda pemukiman dan lahan pertanian masyarakat desa Melai.
Begitulah gambaran sebagian besar wilayah desa Melai, yang harus dilalui berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun selalu menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat, dikarenakan tidak ada juga sentuhan dari pihak-pihak yang berkompeten terhadap masalah yang ada, bahkan sudah banyak masyarakat desa Melai merantau ke luar desa bahkan keluar negara Indonesia demi mendapatkan kehidupan yang layak bagi keluarganya, karena lahan dan wilayah mereka tidak dapat menghasilkan apa-apa lagi. Bahkan dari cerita masyarakat banyak, desa Melai dulunya sangat ramai dan lalu lintas warga ke dan dari Malaysia pun bisa dari desa Melai, bahkan ada istilah sebutan “Melai Kota” bagi desa-desa tetangga desa Melai-pun jadi hilang.

Solusi yang Ampuh-pun datang untuk mengatasi Banjir Air Pasang Laut, Turap Beton PNPM Mandiri Perdesaan,
Untuk mengatasi ini pihak desa sudah mencoba mengusulak lewat Musrenbagkec tiap tahun-nya tetapi tidak ada sedikitpun tersentuh dalam pembangunan untuk antisipasi permasalahan, bahkan proposalpun sudah diajukan ke tingkat yang lebih tinggi lagi pada Dinas PU Prov. Riau, toch juga tidak ada yang berminat mengatasi permasalahan ini, hal ini seperti ucapan Kepala Desa Sa’at, S.Ag dan ucapan yang samapun keluarkan dari perkataan Kepala Dusun Melati, Desa Melai, Bpk. Sulaiman. Tetapi dengan adanya PNPM Mandiri Perdesaan yang semua usulan yang layak dibangunkan pasti akan dibangunkan dengan syarat proses dan prosedur dijalankan dengan baik dan benar serta kecukupan dana yang dialokasikan untuk kecamatan Rangsang Barat.
Sesuai dengan hasil Musyawarah Antar Desa (MAD) Prioritas Usulan Desa PNPM Mandiri Perdesaan tahun anggaran 2013, berita yang menggembirakan masyarakat desa Melai, dikarenakan usulan Pembangunan Turap Beton-nya mendapat peringkat 2 (dua), dan Kepala Dusun Melati yang ikut hadir walaupun bukan utusan Tim 6 Desa Melai sangat gembira karenakan Turap Beton pasti akan dibangunkan oleh PNPM Mandiri Perdesaan.


 
Foto : Kondisi Turap Sebelum Dibangun (Saat Air
          Pasang Laut Biasa)


Foto : Kondisi Turap  Setelah Dibangun
           PNPM Mandiri Perdesaan
Solusi yang Ampuh-pun datang untuk permasalahan desa Melai, yang dibuktikan dengan pelaksanaan Survey Lapangan oleh Fasilitator Teknik Kecamatan Rangsang Barat yang didampingi oleh banyak masyarakat yang ikut serta dalam pengukurannya. Dan saking antusiasnya masyarakat, untuk penimbunan setelah dibangunkan Turap Beton, masyarakat sangat bersedia untuk bersama-sama bergotong-royong untuk menimbunkan tanah secara swadaya.
Akhirnya usulan desa yang merupakan solusi yang ampuh untuk menghadang Banjir Air Pasang-pun didanai dan mudah-mudahan Turap Beton dapat dirawat dengan baik oleh masyarakat desa Melai agar keberlanjutan fungsi Turap Beton dapat dimaksimalkan untuk anak cucu nya. Adapun data usulan desa Melai sebagai berikut :
Nama Kegiatan         : Pembangunan Turap Beton
Lokasi Kegiatan        : Dusun Melati
Asal Desa                   : Desa Melai
Volume Kegiatan     : 150 m x 3,0 m x 0,12 m
Jumlah Dana             : Rp. 349.974.600,-
Asal Usulan               : Usulan Campuran
Walaupun dalam pelaksanaan pekerjaan Turap Beton dengan progres kegiatan yang terseok-seok yang disebabkan derasnya banjir air pasang yang selalu menganggu dalam pelaksanaan, dan setiap 12 jam terjadi banjir air pasang laut sehingga dalam pelaksanaan harus ada strategi dalam menghindari banjir air pasang, yaitu saat air pasang surut lah, masyarakat bisa mengerjakannya. Walaupun air pasang surut terjadi pada malam hari, maka masyarakat bekerja lembur dalam pengerjaannya. Demi terbangunkannya Turap Beton agar mengatasi banjir air pasang tersebut, masyarakat tidak mengeluh untuk bekerja pada malam hari, bahkan masyarakat menyediakan secara swadaya lampu penerangan untuk pelaksanaannya.

Kontraktor yang tidak Percaya terhadap Turap Beton PNPM Mandiri Perdesaan akan berhasil dikerjakan,
Hal ini seperti hasil penuturan TPK dan Kepala Dusun Melati saat dikunjungi salah satu kontraktor lokal di kecamatan Rangsang Barat bersama staff dinas yang berwenang terhadap infrastruktur dari provinsi dalam rangka survey lapangan terhadap kegiatan mereka. Dalam penuturannya seperti yang disampaikan oleh Kepala Dusun Melatai, “Seperti apa bentuk konstruksi dasarnya ini dan berapa habiskan dana untuk pelaksanaannya???” Dijawab oleh TPK Desa Melai, “Pak, ini ada gambar desainnya, dan seperti ini lah yang kami kerjakan, ada pondasi tiang pancang beton yang ditanamkan kedalam tanah, karena kamipun baru kali ini melihat konstruksi dibuatkan seperti ini dan kalau dananya bapak bisa lihat diplakat prasasti itu, (dananya sebesar Rp. 349.974.600,-)”
Kemudian keluarlah gumaman dari kontraktor tersebut, “Kalau seperti ini dikerjakan oleh PNPM, dikami tidak sanggup untuk melaksanakannya apalagi dananya hanya 340 jutaan itu, bisa bangkrut kami, kami biasanya kalau kayak gini akan menghabiskan dana 600 jutaan baru bisa dibangunkan seperti ini”. Itulah sekelumit cerita dari TPK dan Kepala Dusun yang didatangi oleh salah satu kontraktor dan staff dinas terkait.

Dan perlu pembaca ketahui, bahwasanya selama saya bertugas di kecamatan Rangsang Barat belum pernah melihat pembangunan Turap Beton untuk kondisi lahan merupakan sungai dibuatkan dengan kontruksi pondasi dengan tiang pancang, yang biasanya hanya menggunakan kayu cerocok untuk perkuatan tanah pondasi, jadi hal tersebut konstruksi yang dibangunkan cepat roboh dan ambruk karena erosi air bahkan banjir air pasang yang selalu jadi momok bagi masyarakat kecamatan Rangsang Barat. Gambaran perkuatan dapat dilihat seperti sketsa disamping, dari gambaran tersebut mudah-mudahan bangunan yang dibangunkan oleh PNPM Mandiri Perdesaan lebih kokoh dan dapat dipelihara secara berkelanjutan demi anak cucu dari masyarakat desa Melai. Dan hasil pekerjaan di desa Melai ini lah jadi inspirasi juga bagi desa-desa yang lain dalam mengajukan usulan ataupun proposal agar dibuatkan seperti halnya dibangunkan Turap Beton di desa Melai. Dan pada tahun anggaran 2014 ini, usulan yang ada jadi panutan juga bagi desa Sungaicina kecamatan Rangsang Barat dalam mengatasi Banjir Air Pasang, mudah-mudahan dengan adanya kegiatan percontohan di desa Melai, benar-benar jadi panutan dalam pemilihan jenis konstruksi yang kokoh bagi PNPM Mandiri Perdesaan dan umumnya bagi kalangan yang berkompeten dalam Desain Konstruksi.