Rabu, 04 Juni 2014

FT Rangsang Barat



Turap Beton Terselesaikan, Banjir Air Pasang-pun Tidak Mendera Kami Lagi

Oleh : Fasilitator Teknik Kecamatan Rangsang Barat (Dezi Aldren)


Usulan Masyarakat Dusun Kelapa Yang Tertunda,
Desa Telaga Baru merupakan bagian desa diwilayah kecamatan Rangsang Barat yang dipimpin oleh Bpk. A. Kadir M. Nasir yang merupakan kepala desa yang telah menjabat 2 (dua) periode kepimpinannya atas masyarakat desa Telaga Baru. Desa Telga Baru ini terdiri dari atas dusun Rumbia, dusun Karet dan dusun Kelapa. Adapun dusun Kelapa mayoritas penduduknya adalah suku Jawa yang bermata pencaharian dari hasil kebun Karet dan Kelapa. Dusun Kelapa ini dipimpin oleh Bpk. Sumarno. Saya bertugas selaku FT-Kec Rangsang Barat sejak bulan Maret 2011 sampai saat ini. Lho, apa hubungannya dengan FT-Kec neh, katanya cerita tentang dusun Kelapa, gak nyambung..kaleeee.
Pertama kali bertugas untuk menfasitasi desa Telaga Baru ini, sangat menyedihkan memang, karena masih banyak pelaku dan masyarakat desa yang kurang paham terhadap program PNPM Mandiri Perdesaan, yang paham hanya KPMD dan Ketua TPK saja. Jadi butuh usaha juga agar masyarakat desa Telaga Baru untuk mengenalkan kembali dengan PNPM Mandiri Perdesaan yang kita banggakan ini. Sejak PNPM Mandiri Perdesaan ada di kecamatan Rangsang Barat sejak tahun 2007, hanya 1 (satu) kegiatan yang dirasakan oleh desa Telaga Baru, itupun dikarenakan ada penerapan pola Optimalisasi tahun 2010. Hal ini dikarenakan masyarakat desa yang belum memahami tentang PNPM Mandiri Perdesaan, bahkan Kepala Desa pun tidak memahaminya. Lho, kenapa ngambang gini ya ceritanya. Sabar ya, karena saya perlu merunut dahulu kejadian awalnya. Makanya sejak saya bertugas di kecamatan Rangsang Barat ini harus butuh kesabaran dan perhatian khusus terhadap masyarakat karena harus meluruskan kembali hal-hal yang salah dipahami oleh masyarakat.
Karena kayaknya dah cukup gambaran masyarakat desa Telaga Baru saya ceritakan terhadap PNPM Mandiri Perdesaan, sekarang saya akan to the point aja deh....

Tahun 2013 ini, dusun Kelapa mendapatkan dana untuk usulan mereka yang tertunda-tunda, yaitu Pembangunan Rabat Beton Jl. Olahraga sepanjang 1.030 x 2,0 x 0,10 meter hingga jalannya tersambung dengan desa tetangga, desa Bokor. Usulan ini sebenarnya sudah lama diajukan baik ke Pemda ataupun PNPM Mandiri Perdesaan. Kalau ke Pemda, menurut pengakuan kepala dusun sejak dia menjabat kepala dusun sejak tahun 2007 sudah diajukan tetapi belum juga dibangunkan, bahkan jalan yang sudah dibuka oleh masyarakat dahulu sudah tertutup kembali oleh semak-semak. Hanya PNPM Mandiri Perdesaan lah yang akhirnya membangunkan usulan dusun tersebut dan PNPM Mandiri Perdesaan yang memahami apa yang dibutuhkan masyarakat.

Pemahaman Yang Salah, PNPM Mandiri Perdesaan Dianggap Tidak Mau Juga Mendengarkan Suara Mayarakat,
Hal ini disebabkan kesalah-pahaman masyarakat terhadap program dimana usulan yang sudah diajukan oleh masyarakat pada tahun berjalan tidak didanai, dianggap tidak akan didanai lagi untuk tahun-tahun berikutnya, sehingga masyarakat tidak mengajukan lagi usulan tersebut. Padahal usulan tersebut benar-benar dibutuhkan masyarakat, apalagi manfaatnya yang sangat tinggi dimana dapat meingkatkan perekonomian masyarakat pemanfaatnya.
Dari usulan yang ada, dimana jalan ini sudah kembali semak dan tidak bisa dilalui lagi oleh masyakarat dengan kendaraan sepeda motor (karena hanya ini yang ada di pulau Rangsang ini) sehingga masyarakat harus berjalan kaki ke kebunnya, bahkan kebun masyarakat yang cukup jauh didalam terpaksa ditinggalkan karena susahnya melalui semak-semak yang ada. Bahkan dahulu, jalan ini sebagai jalan alternatif ke desa tetangga, desa Bokor, dengan adanya semak belukar yang tinggi, terpaksa harus ditempuh dengan jalan lain yang cukup jauh kalu ditempuh (kenapa dengan jalannya pak, harus memutar ya....duh kasihan sekali bapak, harus tempuh jalan yang jauh)
Usulan ini dikarenakan dari Pemda tidak juga dibangunkan, akhirnya diajukan agar didanai oleh PNPM Mandiri Perdesaan pada tahun 2010, karena saat itu pola Optimalisasi yang diterapkan terpaksa sisa usulan tahun 2009 yang diprioritaskan, sehingga usulan jalan tersebut tidak bisa didanai. Sehingga masyarakat dusun Kelapa sangat kecewa dan beranggapan bahwasanya PNPM Mandiri Perdesaan tidak akan bisa juga membangunkan jalan tersebut sehingga pada tahun berikutnya usulan tersebut hilang (tidak diusulkan ulang) apalagi tahun 2011 dikarenakan dana untuk kecamatan Rangsang Barat hanya bisa mendanai 4 (empat) kegiatan, menambah kenyakinan masyarakat dusun Kelapa terhadap PNPM Mandiri Perdesaan  yang tidak akan memandang desa Telaga Baru umumnya, hal ini merupakan pernyataan dari masyarakat desa saat Musyawarah Desa Informasi Tahun 2011 yang saya hadiri langsung dikarenakan Fasilitator Kecamatan tidak ada. Hal ini membuat saya jadi miris terhadap pemahaman masyarakat terhadap program, sehingga butuh waktu untuk memahamkan kembali masyarakat terhadap PNPM Mandiri Perdesaan yang kita cintai ini. Dan saya sebagai FT-Kec memberikan pandangan pada masyarakat bahwasanya program ini akan berlanjut di tahun 2012, seandainya masyarakat sangat membutuhkan usulan jalan tersebut, dimohonkan saat MD Perencanaan TA. 2012 agar dimusyawarahkan lagi secara matang.
Pada tanggal 23 November 2011 dilaksanakan kembali Musyawarah Desa Perencanaan yang saya hadiri langsung walaupun kegiatan Sarana Prasarana TA, 2011 belum selesai, tetapi saya harus menghadiri ini agar masyarakat desa Telaga Baru tidak memandang PNPM Mandiri Perdesaan dengan penilaian yang negatif. Pada saat MD-P ini disepakati kembali usulan Pemb. Rabat Beton Jl. Olahraga ini. Syukurlah saat Musyawarah Desa tidak terjadi lagi kekeliruan terhadap program. Tetapi disaat Verifikasi Usulan dilaksanakan terjadi lagi kekeliruan dalam memahami tujuan program, bahwasanya program bukanlah hanya memanuhi kemauan sepihak atau golongan tetapi harus mengakomodir keluhan masyarakat secara keseluruhan. Dimana disaat Verifikasi Usulan disarankan agar badan jalan yang lama harus dibersihkan sampai menuju desa tetangga, desa Bokor, agar jalan tersebut benar-benar difungsikan kembali selayaknya jalan dahulu dilalui oleh masyarakat, bukan hanya sebatas jalan untuk sekelompok saja. Hal ini membuat kewalahan Tim Verifikasi menilai tingkat kelayakan usulan, dimana terjadi pemahaman masyarakat yang salah, sehingga saya menyarankan kepada masyarakat dusun Kelapa yang hadir cukup banyak meminta agar pembersihan harus dilanjutkan sepanjang 400 meter lagi agar usulan ini dikatakan benar-benar layak secara program. Dan akhirnya masyarakat yang hadir sepakat akan membersihkan kembali dan berjanji dalam seminggu sudah selesai dikerjakan. Dengan demikian Tim Verifikasi memutuskan usulan tersebut Layak Bersyarat (apabila foto pembersihan badan jalan diserahkan ke TV sebelum diputuskan di MAD Prioritas Usulan di tingkat Kecamatan).
Akhirnya usulan tersebut diputuskan oleh peserta MAD tetap diikutkan dalam prioritas usulan, dikarenakan badan jalannya sudah dibersihkan dengan bukti foto dokumentasi. Namun disayangkan, usaha masyarakat dusun Kelapa tidak berhasil dengan baik dimana usulannya hanya mendapat peringkat ke-19, dimana kemungkinan didanai sangat jauh dari harapan, walaupun desa Telaga Baru mendapat usulan teratas untuk usulan Pembangunan Gedung TK Adalwis yaitu peringkat ke-7. Hal ini benar-benar terjadi, dimana masyarakat dusun Kelapa disaat pelaksanaan MD Informasi TA. 2012 yang membuat hari yang mengecewakan bagi masyarakat dusun Kelapa, yang selalu usulannya selalu tertunda-tunda, sehingga masyarakat berkata “terserah nanti aja kedepan, nasib jalan olahraga tu memang tidak akan pernah dibangunkan”, kata masyarakat pemanfaat.

Impian Yang Terkabulkan,
Pada pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan tahun anggaran 2013 yang memakai pola Optimalisasi, dimana sisa usulan TA. 2012 yang belum terdanai, langsung didanai selagi usulan yang ada masih layak dan dibutuhkan oleh masyarakat. Hal ini menjadi berita yang menggembirakan masyarakat dusun Kelapa yang dipimpin oleh Bpk. Sumarno tersebut yang ikut hadir saat pelaksanaan Musyawarah Antar Desa (MAD) Sosialisasi di kecamatan. Tetapi kepala dusun Kelapa, masih kritis menyampaikan pendapatnya saat MAD Sos tersebut, yang tetap menginginkan uslan yang tertundanya dapat dibangunkan segera...kayak kurang percaya betol ne orang terhadap Tim 6 Desa Telaga Baru, sampai-sampai beliau sendiri yang datang...haduhhhhhhhh.

Saat pelaksanaan Musyawarah Desa Sosialisasi yang dilaksanakan pada tanggal 06 November 2012, masyarakat dusun Kelapa berbondong-bondong datang ke kantor desa Telaga Baru untuk menghadiri acara MD. Sos, dan sangat bersyukur dengan penerapan pola Optimalisasi PNPM Mandiri Perdesaan untuk Tahun Anggara 2013 ini. Dan badan jalan yang sudah lama dibersihkan dahulu masih seperti sediakala bahkan bekas jalan kaki masyarakat sudah terlihat, sehingga jalan ini masih berfungsi untuk masyarakat walaupun belum maksimal.
Sebelum dilaksanakan MAD Penetapan Usulan desa, dilakukan Survey Lapangan untuk pedoman dalam pembuatan Desain dan RAB, dimana Survey Lapangan dilaksanakan pada tanggal 24 November 2012. Survey Lapangan ini juga dihadiri oleh masyarakat dusun Kelapa yang cukup antusias ikut andil dalam pengukuran di lapangan, yang masih dihadiri oleh kepala dusun yang cukup kritis terhadap pembangunan yang ada di desa. Setelah melalui proses pembuatan Desain dan RAB, maka sebelum ditetapkan pendanaan di MAD Penetapan Usulan, dilakukan Umpan Balik Desain kepada TPK agar tingkat kewajaran dan kesesuaian harga terjamin dan bisa dilaksanakan di lapangan.
Pada tanggal 29 Maret 2013 dilaksanakan MAD Penetapan Usulan desa, dimana untuk usulan dusun Kelapa yang tertunda, dapat didanai oleh PNPM Mandiri Perdesaan sehingga impian masyarakat agar meningkatkan perekonomian terkabul. Data usulan tersebut sebagai berikut :
Nama Kegiatan         : Pembangunan Rabat Beton Jl. Olahraga
Status Kegiatan        : Jalan Baru
Lokasi Kegiatan        : Dusun Kelapa, penghubung dusun Kelapa dengan desa Bokor
Asal Desa                  : Desa Telaga Baru
Volume Kegiatan       : 1.010 m x 2,0 m x 0,10 m
Asal Usulan               : Usulan Campuran
Akhirnya pada tanggal 06 Juni 2013, dilaksanakan Trial Pekerjaan untuk pembangunan Rabat Beton Jl. Olahraga dapat direalisasikan dilapangan, sehingga dari hasil trial tersebut kegiatan dapat dilaksanakan sesuai hasil trial pekerjaan kedepannya agar mutu jalannya akan lebih baik dan tahan lama, dimana jalan ini merupakan urat nadi masyarakat Dusun Kelapa dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian kedepan, umumnya untuk desa Telaga Baru kecamatan Rangsang Barat.
Saat ini per tanggal 27 Oktober 2013 kegiatan tersebut pencapaian progresnya sudah 99,87% dimana hanya menunggu pemasangan Plakat/Prasasti kegiatan yang belum terpasang.

Rabat Beton Jl. Olahraga Mewujudkan Perekonomian Masyarakat Yang Tertunda Bagi Masyarakat Dusun Kelapa,
Tiga bulan berlalu sejak dilaksanakan Trial Pekerjaan, bertepatan di hari Minggu, dimana saya melakukan Supervisi di lapangan dengan “Matahari yang sangat terik yang selalu mengikuti sepanjang jalanku” saya tetap melalui Rabat Beton Jl. Olahraga dengan sangat senang dikarenakan Kepala Tukang yang merupakan masyarakat dusun Kelapa sendiri, yang melaksanakan pekerjaan dengan mutu pekerjaan yang bagus dan enak dipandang mata. Tapi sayang, saya datang saat itu, orang tidak sedang bekerja dikarenakan terjadi kelangkaan material di lapangan, walaupun yang mau diselesaikan tinggal sedikit lagi. Sambil menunggu TPK, saya mencoba melihat di sekitar lokasi jalan, kayaknya ada perubahan yang cukup drastis yang membuat kuduk saya merinding melihat kondisi yang ada, dimana sebelum dibangunkan “Jangankan masyarakat bekerja untuk mengambil hasil pertanian karetnya, Semak belukarpun tidak diurusnya” dimana dahulu lahan pertanian hanya dikeliling semak akibat tidak adanya akses untuk menuju lahan pertanian masyarakat. Pada saat itu, banyak anak-anak yang lagi bermain disitu, sambil menunggu orangtuanya yang tengah asyik dengan pembersihan lahan pertanian karetnya dengan sebilah parang ditangan masing-masing. Sehingga saya coba menghampiri mereka untuk berkelakar tentang usulan jalan yang sudah dibangunkan oleh PNPM Mandiri Perdesaan ini, dan Bapak Sukiman menuturkan, “Terimakasih pak, sudah membangunkan jalan kami ini, jalan kami ini sebenarnya sudah lama kami harapkan, bahkan dahulu pohon karet saya ini masih saya tanam, sekarang pohonnya sudah tinggi (sekitar 5 meter tingginya). Selama itulah, lahan ini kami tinggalkan, karena susah betol kami kedalam ini, bahkan kami pernah sempat menjual lahan kami ini, pak, tapi tidak laku-laku, itulah penderitaan kami yang seharusnya pohon karet ini sudah kami potong (ambil getahnya) dari tahun kemaren. Mungkin bapak bisa lihat sendiri, banyak masyarakat yang mempunyai lahan disini tapi baru saat inilah kami bisa mengurusnya kembali”. Itulah pengakuan masyarakat dusun Kelapa yang sangat mengharukan, dan sempat saya bercanda sama bapak Sukiman tersebut, “Pak, klo saya beli, berapa bapak mau jual ke saya”, tanya saya. Kemudian dengan sigap bapak Sukiman menjawab, “Klo sekarang tidak akan kami jual lagi pak Dezi, ini untuk anak-anak saya kedepan ne.. Sekarang aja, bisa pak Dezi liat, sudah banyak khan orang disana. Ini berkat jalan ini ne, kami pun gampang ke desa Bokor, klo dulu kami memutar jalannya pak Dezi.”. Itulah sekelumit cerita saya terhadap pemanfaat Rabat

Beton Jl. Olahraga di dusun Kelapa, desa Telaga Baru.
Mudah-mudahan dapat jadi inspirasi kita pelaku program, bahwasanya ternyata masih banyak lagi permasalahan yang belum terselesaikan, dimana usulan Sarana Prasarana sangat dominan juga dapat meningkatan perekonomian masyarakat.