Turap Beton Terselesaikan, Banjir Air Pasang-pun Tidak
Mendera Kami Lagi
Oleh : Fasilitator Teknik
Kecamatan Rangsang Barat (Dezi Aldren)
Usulan Masyarakat Dusun Kelapa Yang
Tertunda,
Desa
Telaga Baru merupakan bagian desa diwilayah kecamatan Rangsang Barat yang
dipimpin oleh Bpk. A. Kadir M. Nasir yang merupakan kepala desa yang telah
menjabat 2 (dua) periode kepimpinannya atas masyarakat desa Telaga Baru. Desa
Telga Baru ini terdiri dari atas dusun Rumbia, dusun Karet dan dusun Kelapa.
Adapun dusun Kelapa mayoritas penduduknya adalah suku Jawa yang bermata
pencaharian dari hasil kebun Karet dan Kelapa. Dusun Kelapa ini dipimpin oleh
Bpk. Sumarno. Saya bertugas selaku FT-Kec Rangsang Barat sejak bulan Maret 2011
sampai saat ini. Lho, apa hubungannya dengan FT-Kec neh, katanya cerita tentang
dusun Kelapa, gak nyambung..kaleeee.
Pertama
kali bertugas untuk menfasitasi desa Telaga Baru ini, sangat menyedihkan
memang, karena masih banyak pelaku dan masyarakat desa yang kurang paham
terhadap program PNPM Mandiri Perdesaan, yang paham hanya KPMD dan Ketua TPK
saja. Jadi butuh usaha juga agar masyarakat desa Telaga Baru untuk mengenalkan
kembali dengan PNPM Mandiri Perdesaan yang kita banggakan ini. Sejak PNPM
Mandiri Perdesaan ada di kecamatan Rangsang Barat sejak tahun 2007, hanya 1
(satu) kegiatan yang dirasakan oleh desa Telaga Baru, itupun dikarenakan ada
penerapan pola Optimalisasi tahun 2010. Hal ini dikarenakan masyarakat desa
yang belum memahami tentang PNPM Mandiri Perdesaan, bahkan Kepala Desa pun tidak
memahaminya. Lho, kenapa ngambang gini ya ceritanya. Sabar ya, karena saya
perlu merunut dahulu kejadian awalnya. Makanya sejak saya bertugas di kecamatan
Rangsang Barat ini harus butuh kesabaran dan perhatian khusus terhadap
masyarakat karena harus meluruskan kembali hal-hal yang salah dipahami oleh
masyarakat.
Karena
kayaknya dah cukup gambaran masyarakat desa Telaga Baru saya ceritakan terhadap
PNPM Mandiri Perdesaan, sekarang saya akan to the point aja deh....
Pemahaman Yang Salah, PNPM Mandiri
Perdesaan Dianggap Tidak Mau Juga Mendengarkan Suara Mayarakat,
Hal
ini disebabkan kesalah-pahaman masyarakat terhadap program dimana usulan yang
sudah diajukan oleh masyarakat pada tahun berjalan tidak didanai, dianggap
tidak akan didanai lagi untuk tahun-tahun berikutnya, sehingga masyarakat tidak
mengajukan lagi usulan tersebut. Padahal usulan tersebut benar-benar dibutuhkan
masyarakat, apalagi manfaatnya yang sangat tinggi dimana dapat meingkatkan
perekonomian masyarakat pemanfaatnya.
Dari
usulan yang ada, dimana jalan ini sudah kembali semak dan tidak bisa dilalui lagi
oleh masyakarat dengan kendaraan sepeda motor (karena hanya ini yang ada di
pulau Rangsang ini) sehingga masyarakat harus berjalan kaki ke kebunnya, bahkan
kebun masyarakat yang cukup jauh didalam terpaksa ditinggalkan karena susahnya
melalui semak-semak yang ada. Bahkan dahulu, jalan ini sebagai jalan alternatif
ke desa tetangga, desa Bokor, dengan adanya semak belukar yang tinggi, terpaksa
harus ditempuh dengan jalan lain yang cukup jauh kalu ditempuh (kenapa dengan
jalannya pak, harus memutar ya....duh kasihan sekali bapak, harus tempuh jalan
yang jauh)
Usulan
ini dikarenakan dari Pemda tidak juga dibangunkan, akhirnya diajukan agar
didanai oleh PNPM Mandiri Perdesaan pada tahun 2010, karena saat itu pola
Optimalisasi yang diterapkan terpaksa sisa usulan tahun 2009 yang
diprioritaskan, sehingga usulan jalan tersebut tidak bisa didanai. Sehingga
masyarakat dusun Kelapa sangat kecewa dan beranggapan bahwasanya PNPM Mandiri
Perdesaan tidak akan bisa juga membangunkan jalan tersebut sehingga pada tahun berikutnya
usulan tersebut hilang (tidak diusulkan ulang) apalagi tahun 2011 dikarenakan
dana untuk kecamatan Rangsang Barat hanya bisa mendanai 4 (empat) kegiatan,
menambah kenyakinan masyarakat dusun Kelapa terhadap PNPM Mandiri Perdesaan yang tidak akan memandang desa Telaga Baru
umumnya, hal ini merupakan pernyataan dari masyarakat desa saat Musyawarah Desa
Informasi Tahun 2011 yang saya hadiri langsung dikarenakan Fasilitator
Kecamatan tidak ada. Hal ini membuat saya jadi miris terhadap pemahaman masyarakat
terhadap program, sehingga butuh waktu untuk memahamkan kembali masyarakat
terhadap PNPM Mandiri Perdesaan yang kita cintai ini. Dan saya sebagai FT-Kec
memberikan pandangan pada masyarakat bahwasanya program ini akan berlanjut di
tahun 2012, seandainya masyarakat sangat membutuhkan usulan jalan tersebut,
dimohonkan saat MD Perencanaan TA. 2012 agar dimusyawarahkan lagi secara
matang.
Pada
tanggal 23 November 2011 dilaksanakan kembali Musyawarah Desa Perencanaan yang
saya hadiri langsung walaupun kegiatan Sarana Prasarana TA, 2011 belum selesai,
tetapi saya harus menghadiri ini agar masyarakat desa Telaga Baru tidak
memandang PNPM Mandiri Perdesaan dengan penilaian yang negatif. Pada saat MD-P
ini disepakati kembali usulan Pemb. Rabat Beton Jl. Olahraga ini. Syukurlah
saat Musyawarah Desa tidak terjadi lagi kekeliruan terhadap program. Tetapi
disaat Verifikasi Usulan dilaksanakan terjadi lagi kekeliruan dalam memahami
tujuan program, bahwasanya program bukanlah hanya memanuhi kemauan sepihak atau
golongan tetapi harus mengakomodir keluhan masyarakat secara keseluruhan.
Dimana disaat Verifikasi Usulan disarankan agar badan jalan yang lama harus
dibersihkan sampai menuju desa tetangga, desa Bokor, agar jalan tersebut
benar-benar difungsikan kembali selayaknya jalan dahulu dilalui oleh
masyarakat, bukan hanya sebatas jalan untuk sekelompok saja. Hal ini membuat
kewalahan Tim Verifikasi menilai tingkat kelayakan usulan, dimana terjadi
pemahaman masyarakat yang salah, sehingga saya menyarankan kepada masyarakat
dusun Kelapa yang hadir cukup banyak meminta agar pembersihan harus dilanjutkan
sepanjang 400 meter lagi agar usulan ini dikatakan benar-benar layak secara
program. Dan akhirnya masyarakat yang hadir sepakat akan membersihkan kembali
dan berjanji dalam seminggu sudah selesai dikerjakan. Dengan demikian Tim
Verifikasi memutuskan usulan tersebut Layak Bersyarat (apabila foto pembersihan
badan jalan diserahkan ke TV sebelum diputuskan di MAD Prioritas Usulan di
tingkat Kecamatan).
Akhirnya
usulan tersebut diputuskan oleh peserta MAD tetap diikutkan dalam prioritas
usulan, dikarenakan badan jalannya sudah dibersihkan dengan bukti foto
dokumentasi. Namun disayangkan, usaha masyarakat dusun Kelapa tidak berhasil
dengan baik dimana usulannya hanya mendapat peringkat ke-19, dimana kemungkinan
didanai sangat jauh dari harapan, walaupun desa Telaga Baru mendapat usulan
teratas untuk usulan Pembangunan Gedung TK Adalwis yaitu peringkat ke-7. Hal
ini benar-benar terjadi, dimana masyarakat dusun Kelapa disaat pelaksanaan MD
Informasi TA. 2012 yang membuat hari yang mengecewakan bagi masyarakat dusun
Kelapa, yang selalu usulannya selalu tertunda-tunda, sehingga masyarakat
berkata “terserah nanti aja kedepan, nasib jalan olahraga tu memang tidak akan
pernah dibangunkan”, kata masyarakat pemanfaat.
Impian Yang Terkabulkan,
Pada
pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan tahun anggaran 2013 yang memakai pola
Optimalisasi, dimana sisa usulan TA. 2012 yang belum terdanai, langsung didanai
selagi usulan yang ada masih layak dan dibutuhkan oleh masyarakat. Hal ini
menjadi berita yang menggembirakan masyarakat dusun Kelapa yang dipimpin oleh
Bpk. Sumarno tersebut yang ikut hadir saat pelaksanaan Musyawarah Antar Desa
(MAD) Sosialisasi di kecamatan. Tetapi kepala dusun Kelapa, masih kritis menyampaikan
pendapatnya saat MAD Sos tersebut, yang tetap menginginkan uslan yang
tertundanya dapat dibangunkan segera...kayak kurang percaya betol ne orang
terhadap Tim 6 Desa Telaga Baru, sampai-sampai beliau sendiri yang
datang...haduhhhhhhhh.
Sebelum
dilaksanakan MAD Penetapan Usulan desa, dilakukan Survey Lapangan untuk pedoman
dalam pembuatan Desain dan RAB, dimana Survey Lapangan dilaksanakan pada
tanggal 24 November 2012. Survey Lapangan ini juga dihadiri oleh masyarakat
dusun Kelapa yang cukup antusias ikut andil dalam pengukuran di lapangan, yang
masih dihadiri oleh kepala dusun yang cukup kritis terhadap pembangunan yang
ada di desa. Setelah melalui proses pembuatan Desain dan RAB, maka sebelum
ditetapkan pendanaan di MAD Penetapan Usulan, dilakukan Umpan Balik Desain
kepada TPK agar tingkat kewajaran dan kesesuaian harga terjamin dan bisa
dilaksanakan di lapangan.
Pada
tanggal 29 Maret 2013 dilaksanakan MAD Penetapan Usulan desa, dimana untuk
usulan dusun Kelapa yang tertunda, dapat didanai oleh PNPM Mandiri Perdesaan
sehingga impian masyarakat agar meningkatkan perekonomian terkabul. Data usulan
tersebut sebagai berikut :
Nama
Kegiatan : Pembangunan Rabat Beton
Jl. Olahraga
Status
Kegiatan : Jalan Baru
Lokasi
Kegiatan : Dusun Kelapa, penghubung
dusun Kelapa dengan desa Bokor
Asal
Desa : Desa Telaga Baru
Asal
Usulan : Usulan Campuran
Akhirnya
pada tanggal 06 Juni 2013, dilaksanakan Trial Pekerjaan untuk pembangunan Rabat
Beton Jl. Olahraga dapat direalisasikan dilapangan, sehingga dari hasil trial
tersebut kegiatan dapat dilaksanakan sesuai hasil trial pekerjaan kedepannya
agar mutu jalannya akan lebih baik dan tahan lama, dimana jalan ini merupakan
urat nadi masyarakat Dusun Kelapa dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian
kedepan, umumnya untuk desa Telaga Baru kecamatan Rangsang Barat.
Saat
ini per tanggal 27 Oktober 2013 kegiatan tersebut pencapaian progresnya sudah
99,87% dimana hanya menunggu pemasangan Plakat/Prasasti kegiatan yang belum terpasang.
Rabat Beton Jl. Olahraga
Mewujudkan Perekonomian Masyarakat Yang Tertunda Bagi Masyarakat Dusun Kelapa,
Tiga
bulan berlalu sejak dilaksanakan Trial Pekerjaan, bertepatan di hari Minggu, dimana
saya melakukan Supervisi di lapangan dengan “Matahari yang sangat terik yang selalu mengikuti sepanjang
jalanku” saya tetap melalui Rabat Beton Jl. Olahraga dengan sangat senang
dikarenakan Kepala Tukang yang merupakan masyarakat dusun Kelapa sendiri, yang
melaksanakan pekerjaan dengan mutu pekerjaan yang bagus dan enak dipandang
mata. Tapi sayang, saya datang saat itu, orang tidak sedang bekerja dikarenakan
terjadi kelangkaan material di lapangan, walaupun yang mau diselesaikan tinggal
sedikit lagi. Sambil menunggu TPK, saya mencoba melihat di sekitar lokasi
jalan, kayaknya ada perubahan yang cukup drastis yang membuat kuduk saya
merinding melihat kondisi yang ada, dimana sebelum dibangunkan “Jangankan
masyarakat bekerja untuk mengambil hasil pertanian karetnya, Semak belukarpun
tidak diurusnya” dimana dahulu lahan pertanian hanya dikeliling semak akibat
tidak adanya akses untuk menuju lahan pertanian masyarakat. Pada saat itu,
banyak anak-anak yang lagi bermain disitu, sambil menunggu orangtuanya yang
tengah asyik dengan pembersihan lahan pertanian karetnya dengan sebilah parang
ditangan masing-masing. Sehingga saya coba menghampiri mereka untuk berkelakar
tentang usulan jalan yang sudah dibangunkan oleh PNPM Mandiri Perdesaan ini,
dan Bapak Sukiman menuturkan, “Terimakasih pak, sudah membangunkan jalan kami
ini, jalan kami ini sebenarnya sudah lama kami harapkan, bahkan dahulu pohon
karet saya ini masih saya tanam, sekarang pohonnya sudah tinggi (sekitar 5
meter tingginya). Selama itulah, lahan ini kami tinggalkan, karena susah betol
kami kedalam ini, bahkan kami pernah sempat menjual lahan kami ini, pak, tapi
tidak laku-laku, itulah penderitaan kami yang seharusnya pohon karet ini sudah
kami potong (ambil getahnya) dari tahun kemaren. Mungkin bapak bisa lihat
sendiri, banyak masyarakat yang mempunyai lahan disini tapi baru saat inilah
kami bisa mengurusnya kembali”. Itulah pengakuan masyarakat dusun Kelapa yang
sangat mengharukan, dan sempat saya bercanda sama bapak Sukiman tersebut, “Pak,
klo saya beli, berapa bapak mau jual ke saya”, tanya saya. Kemudian dengan
sigap bapak Sukiman menjawab, “Klo sekarang tidak akan kami jual lagi pak Dezi,
ini untuk anak-anak saya kedepan ne.. Sekarang aja, bisa pak Dezi liat, sudah
banyak khan orang disana. Ini berkat jalan ini ne, kami pun gampang ke desa
Bokor, klo dulu kami memutar jalannya pak Dezi.”. Itulah sekelumit cerita saya
terhadap pemanfaat Rabat
Mudah-mudahan
dapat jadi inspirasi kita pelaku program, bahwasanya ternyata masih banyak lagi
permasalahan yang belum terselesaikan, dimana usulan Sarana Prasarana sangat
dominan juga dapat meningkatan perekonomian masyarakat.